Tuesday, December 21, 2010
Bulan Dan Bintang
Friday, November 26, 2010
Jatuh
Friday, November 19, 2010
Renungan
Monday, November 15, 2010
Romantism
Thursday, October 14, 2010
Perkataan
Sunday, October 10, 2010
Semuanya adalah takdir
Monday, October 4, 2010
Come save me now.
Thursday, September 16, 2010
innocence
Wednesday, September 15, 2010
Jodoh adalah rahsia Allah.
Monday, September 13, 2010
-
Sunday, September 12, 2010
Saturday, August 28, 2010
Kepastian Cinta
I was watching tv after sahur. And the show was about a woman who greeted her husband from work with a sour face. She was angry because she feels/thought her husband would marry some other woman. I love the conversation made between the two.
Husband: Senyumlah sikit..
Wife: Saidatina Aisyah ada senyum kah masa Rasulullah kan kawin lagi?
The husband stayed quiet, while the wife repeats the same question again.
Husband: Tiada yang meriwayatkan bahawa Saidatina Aisyah senyum ketika Rasulullah ingin bernikah lagi. Tetapi yang pastinya Saidatina Aisyah menerima hakikat bahawa Rasulullah ingin bernikah lagi.
Wife: Jadi kamu menerima poligami yang di praktis Rasulullah? Kamu ingin bernikah lagi?
Husband: Astaghfirullah. Kenapa kamu curiga amat?
Wife: Kerana aku mencintai kamu lebih dari kamu mencintai aku.
And then a door-to-door salesperson came and the husband went out. The salesperson was selling the books that was written by the husband.
Husband: Kenapa aku mesti membeli apa yang aku punya?
Salesperson: Kadang kalanya kita harus membeli walaupun kita tahu kita yang punya.
Husband suddenly thinks about his wife. Maybe I must also buy her heart punya look on his face.
Husband: Bolehkah kita membeli kepercayaan isteri..?
Salesperson: ooo.. itu kita tidak boleh membelinya. Wanita ini memang lumrahnya curiga. Kita harus menjual apa yang disukainya.
Husband: apa?
Salesperson: Janji.
Then the husband went in and talked to his wife.
Husband: sorry ya. Hanya kamulah yang ada di hatiku.
Wife: *sarcastic* ooo terima kasih yaa. Suweet banget deh kamu. *rolls her eyes*
Husband: Kenapa kamu? Sudah aku serius, kamu bercanda.
Wife: okeh. Aku serius ni. Aku menghargai janji kamu.
Husband smiles and stood from his seat.
Wife: tetapi sorry saja tidak mencukupi. Kamu harus bicara sama KaLila (the girl that the wife was curiga of) bahawa kamu TIDAK akan menikahinya.
Husband: Kenapa aku harus bicara seperti itu? Gila apa? Kamu kejam sungguh ya.
Wife: Semua yang memiliki akan tampak lebih kejam kerna ingin melindungi apa yang dimilikinya.
Husband went out to masjid and talked to the imam.
Imam: Eh aneh banget sih. Kenapa kamu tidak bicara saja sama KaLila.
Husband: Gila!
Imam: Atau kamu masih membuka pintu kamu untuk mencintai.
Husband: Pintu aku sudah tutup!
Imam: Kamu yakin pintu kamu sudah tutup. Kamu tidak kunci barangkali.
Imam: Masih buka sedikit barangkali. Untuk di intip? *smiles knowingly*
Husband: Arrghh!
Imam: Kamu akan sibuk nanti.
Husband: kenapa?
Imam: Kamu memang pandai mencintai tapi tidak pandai memiliki. Kamu akan sibuk nanti kerana akan lahir wanita2 yang cantik dan kamu akan terus mencintai.
[Blackbuterfly]